Selasa, 08 April 2008

Kemanusiaan . . . Antara Tibet dan Palestina

Pagi ini ada berita menarik yang cukup penting bagi saya. Harian KOMPAS bagian olahraga membahas demonstrasi di beberapa negara yang menyerukan untuk memboikot penyelenggaraan Olimpiade Beijing 2008 karena masalah pelanggaran HAM oleh cina di tibet. Aksi yang dilakukan dengan cara menghadang pembawa obor olimpiade di kawasan menara eiffel Paris Perancis dan beberapa orang yang memanjat jembatan Golden Gate di San Francisco Amerika Serikat itu tidak main-main. Aksi pro tibet ini tersebar di seluruh dunia dengan mengusung tema sama untuk memboikot penyelenggaraan Olimpiade Beijing 2008.

Entah ini sebuah latah, atau mereka memang benar-benar peduli dengan pelanggaran HAM di tibet. Bahkan tokoh sekelas Hillary Clinton pun seorang capres Amerika Serikat dari Partai Demokrat meminta George W. Bush untuk memboikot upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 dengan alasan yang sama. Isu tibet ini mencuat ke permukaan ketika pemerintah cina menindak para demonstran pro tibet dengan cara yang represif. Dunia serentak mengutuk kebiadaban tersebut dan seruan untuk memboikot Olimpiade Beijing 2008 mulai menyeruak.

Ketika isu tibet muncul, dunia seakan lupa bahwa selain tibet masih ada palestina. Sebuah tempat kecil yang mengalami nasib yang tidak jauh berbeda dengan tibet. Terusir dan terampas kedaulatan negerinya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Isu kemanusiaan yang tidak ada habisnya.

Ada hal menarik dari kedua persoalan ini yang membuat saya mempertanyakan makna dari kemanusiaan. Teman teman pro tibet pasti tidak pernah berpikir tentang palestina ketika mereka menyuarakan boikot Olimpiade Beijing 2008, sebaliknya teman teman (kebanyakan muslim) yang memperjuangkan palestina pasti tidak akan mau berpikir lebih jauh terkait permasalahan di tibet. Meskipun ini hanya asumsi, tapi kecenderungan itu bisa saya lihat dari beberapa pemberitaan.

Kemanusiaan itu hanya ada untuk memenuhi kepentingan tertentu. Tatkala masalah kemanusiaan tidak memiliki kaitan khusus, maka tidak ada masalah kemanusiaan yang perlu diperjuangkan.

Ya, kepentingan yang membuat semua perjuangan di dunia ini eksis. Sebagaimana halnya seorang pemimpin redaksi sebuah majalah nasional berkata kepada saya bahwa seluruh media itu adalah propaganda, tidak ada media yang benar-benar netral dalam artian yang sebenarnya, maka sebuah perjuangan pun sama saja. Perjuangan untuk mempertahankan sesuatu akan eksis apabila ada kepentingan.

Saya tidak akan mempermasalahkan hal itu, tapi saya hanya ingin mengajak kita sedikit berfikir untuk mencoba lebih memaknai sebuah arti kemanusiaan dan perjuangan untuk kemanusiaan.


~Mencoba berfikir untuk berbuat untuk dunia dan kemanusiaan

Baca Selengkapnya.....

Senin, 07 April 2008

Rusak . . . .

Beberapa pekan terakhir ini, kata tersebut mulai mengganggu kehidupan saya. Mulai dari rusaknya komponen handphone yang menyebabkan komunikasi terhambat, rusaknya (bocor) ban sepeda motor yang sangat menghambat mobilitas, rusaknya charger laptop yang membuat saya harus ekstra hati hati ketika hendak menggunakan piranti ini sampai rusaknya ketahanan tubuh oleh virus influensa.

Sebagaimana halnya orang Indonesia, saya masih bisa bersyukur, "untung masih bisa dipake", frase yang menggelikan tetapi sekaligus mencerminkan religiusitas bangsa ini. Untung yang rusak cuma handphone, motor, laptop dan sedikit ketahanan tubuh.

Ya, saya masih beruntung yang rusak bukan hati nurani dan moral yang saya miliki.

Kerusakan hati nurani dan moral merupakan fenomena lain yang melanda negeri ini. Saya tidak pernah bisa membayangkan apa jadinya bangsa ini ketika kerusakan hati nurani dan moral menjadi suatu peristiwa biasa, ketika suap dianggap sebagai suatu kelaziman, ketika perselingkuhan dianggap sebagai kesenangan, ketika penindasan dianggap sebagai sebuah tindakan efektif, dan yang paling gila adalah ketika ayat ayat Tuhan hanya dianggap sebagai candaan dan tulisan tak bermakna.

Entahlah, apakah ini merupakan sebuah keniscayaan di akhir zaman, ataukah peringatan dari sang pemilik dunia kepada orang orang yang shalih untuk segera men-shalihkan lingkungan di sekitarnya.

Yang pasti, sekali lagi saya beruntung, yang rusak cuma hp, motor, laptop dan sedikit kesehatan bukan yang lain.


~Refleksi diri tatkala ujian kesehatan diberikan Allah SWT

Baca Selengkapnya.....

Sabtu, 05 April 2008

Ahlan wa sahlan

Alhamdulillah, setelah sekian lama tertunda akhirnya keinginan untuk memiliki blog nampaknya tidak tertahankan lagi. Blog yang saya buat ini tidak sekedar untuk menyimpan catatan catatan keseharian diri yang unik dan menarik tetapi akan menjadi sebuah refleksi dari pemikiran yang terbentuk dan terbayang dalam pikiran.

http://hilman87.blogspot.com

Sebuah alamat yang menjadi rumah kedua saya, rumah yang memberikan ruang yang luas untuk berpendapat, berekspresi, dan mencurahkan keluh kesah yang sulit untuk diakomodir dalam kesempatan yang lain. Rumah yang mampu menampilkan sisi terbaik dari seorang hamba yang hina ini.

~Let's start from zero

Baca Selengkapnya.....